Open your eyes to see the World

CLICK ON THE WORDS NOT ON PICTURES
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya di Universitas Gunadarma, saya akan memperkenalkan diri saya. Nama saya Mohamad Arief Ansori, biasa di panggil Arif atau Ansori. Saya berasal dari SMA Negeri 2 Krakatau Steel Cilegon. Dan saya tinggal di Merak, Banten. Awalnya ketika SMA, saya sama sekali tidak tau tentang Universitas Gunadarma. Saya mulai tau tentang Universitas Gunadarma ketika mendapat Try Out UN. Pada saat mendaftarkan untuk masuk Universitas, saya sulit dalam menentukan Jurusan dan Universitas yang sesuai dengan kemampuan dan minat saya, karena menurut saya itulah yang menentukan masa depan saya, bila salah pilih maka hancurlah semua keinginan yang ingin di capai. Meskipun sudah mendapat saran saran dari teman, guru, saudara, dan orang tua, tapi saya masih belum bisa menentukan jurusan apa yang ingin saya ambil.

Di tengah kebingungan, tiba tiba saya mendapat surat dari Universitas Gunadarma bahwa saya masuk sebagai calon mahasiswa yang di terima melalui jalur beasiswa. Awalnya saya tidak menanggapi surat itu, karena saya tidak tau tentang Universitas Gunadarma. Selain surat dari Universitas Gunadarma, saya juga mendapat banyak surat dari Universitas lain. Ketika ayah saya melihat surat dari Universitas Gunadarma, beliau langsung menyarankan saya untuk masuk ke Universitas tersebut, karena ayah saya tau bahwa Universitas Gunadarma bagus dalam bidang komputer yang saya sendiri menyukai komputer. Melihat ekspresi ayah saya yang meyakinkan dan setelah mencari informasi tentang Universitas Gunadarma saya pun tertarik untuk masuk ke Universitas Gunadarma. Ayah saya yang mendengar bahwa saya setuju masuk Universitas Gunadarma, langsung memenuhi panggilan dari Universitas Gunadarma, dan setelah resmi saya di terima menjadi mahasiswa Universitaas Gunadarma, saya tidak mengikuti tes tes untuk masuk ke Universitas lain bahwa SNMPTN pun tidak saya ikuti. Ini adalah awal dari pengalaman saya di Universitas Gunadarma.

Dari SMA yang sama dengan saya, ada kurang lebih 3 orang yang masuk ke Universitas Gunadarma, dan salah satunya teman saya yang mengikuti ekstrakulikuler yang sama dengan saya yaitu HISPETIKA (Himpunan Pencinta Matematika) yang bernama Hendra dan satunya lagi adalah teman sekelas saya yang bernama Erviana. Awalnya saya di daftarkan di Universitas Gunadarma di Kalimalang, kerena ada saudara disana, tetapi saya tidak kerasan disana karena saya ingin belajar hidup mandiri, maka ayah saya langsung mengusahakan agar saya dapat pindah tempat perkuliahan di Depok. Dan akhirnya saya pindah ke Universitas Gunadarma yang berada di Depok. Dan teman teman saya pun yang berasal dari SMA yang sama juga memilih Universitas Gunadarma yang bertempat di Depok.


Pertama masuk saya sudah mendapat pengalaman yang memalukan ketika mengikuti PPSPPT Universitas Gunadarma. Pada waktu PPSPPT, saya adalah satu satunya peserta yang menggunakan tas kresek. Karena ketika presentasi PPSPPT saya ikut di kampus yang berada di Kalimalang, yang salah satu peraturan mengikuti PPSPPT adalah menggunakan tas kresek. Tapi ternyata peraturan tersebut berbeda di kampus yang berada di Depok, yang boleh menggunakan tas biasa. Dan bodohnya lagi teman saya yang bernama Hendra juga tidak memperhatikan pada waktu presentasi PPSPPT tersebut sehingga kami berdua menggunakan tas kresek, tapi Hendra berbeda jurusan sehingga saya sendirilah peserta yang mengunakan kresek di jurusan Teknik Informatika. Saya benar benar merasa malu, karena setiap orang yang melihat saya pasti melirik ke arah tas kresek yang saya gunakan. Di tambah lagi dengan potongan rambut yang botak. Tapi untunglah tidak ada kakak kelas yang ngerjain saya ketika itu.

Setelah mengikuti acara PPSPPT, mahasiswa Gunadarma diliburkan selama kurang lebih 3 minggu. 2 minggu saya gunakan untuk menguatkan diri untuk hidup mandiri dan 1 minggu digunakan untuk mencari kost-an. Dan karena saya tidak mau terlalu pusing dengan kost-an, maka saya langsung memilih tempat kost-an yang ditempati Hendra.
Awal kuliah saya merasa bingung karena saya belum mempunyai kenalan sama sekali di TI. Dan kesan pertama melihat teman-teman kelas yaitu orang-orang yang benar-benar serius. Tapi ternyata setelah beberapa minggu, meraka ternyata teman-teman yang mengasikkan. Memang tidak semua sih, tapi saya menggolongkan beberapa kelompok dikelas, yaitu golongan belajar (kumpulan orang orang pinter yang rajin belajar), golongan main (kumpulan orang orang yang main setiap tidak ada dosen, poker dan PES sudah menjadi bagain dari jadwal kuliah), golongan mabal (kumpulan orang orang yang sering ga masuk kuliah dan sering nitip absen), dan yang terakhir golongan saya yaitu golongan plin-plan (kumpulan orang orang yang tidak jelas keberadaannya, berpindah golongan sesuai kondisi).


Setelah hampin 2 bulan kuliah, saya berniat untuk mengontrak, dan orang tua pun menyuruh saya untuk mengontrak karena lebih bebas dan irit. Dan kebetulan sekali ada teman kelas saya yang mengontrak, yaitu Abi. Dan katanya ada slot kosong, maka saya langsung meminta untuk ikut mengontrak. Dan beberapa minggu kemudian saya pindah ke kontrakannya. Ternyata penghuninya anak Bogor semua, dan mereka dari satu SMA, makanya terlihat sudah sangat akrab. Mereka adalah Abi, Reza, dan Badal. Dan beberapa bulan kemudian masuk lagi satu orang temannya Reza yaitu Fikra tetapi bukan dari SMA yang sama.

Setelah bebrapa bulan kuliah, HIMTI (Himpunan Teknik Informatika) mengadakan acara kebrsamaan, yang disebut BLUE CAMP. Nama BLUE diambil dari warna jurusan Teknik Informatika yang berwarna biru, dan CAMP diambil karena acara tersebut adalah acara camping. Karena saya ingin mengenal jauh tentang TI, dan saya juga ingin mengenal anak-anak TI di Gunadarma maka saya memutuskan untuk mengikuti acara tersebut, dan kebetulan juga teman-teman kontrakan pun mengikuti acara tersebut. Perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke tempat tujuan yaitu Sukabumi. Setelah sampai kita masih harus mendaki gunung dengan bawan yang sangat berat. Tetapi tempatnya sangat indah dan alami sekali, begitu berbeda sekali dengan Jakarta. Disana waktu istirahat sangat sebentar, waktu tidur pun hanya diberi kurang lebih 4 jam. Meskipun kegiatan disana melelahkan tapi sangat berkesan sekali, apalagi ketika mengunjungi air terjun dan dihukum disuruh berendam disungai pada malam hari yang airnya sedingin air es.
Saya sangat bersyukur masuk ke Universitas Gunadarma, karena disana saya mendapat teman-teman yang sangat menyenangkan yang mungkin tak akan saya dapatkan dimana-mana. Meskipun pelajarannya cukup memusingkan alhamdulillah saya mendapt IP yang cukup yaitu 3,42. Dan semoga IP saya semakin meningkat dan lulus tepat waktu.
Swimming Sperm